kupeluk erat bagai tak akan kulepas
bagai kupeluk pualam
kau racuni aku dengan pujamu
rayuan bagai sianida dalam aliran darahku
bahasamu tutur mu masih melekat jernih
di telingaku masuk pikiranku
jangan kau lepas
biar kugenggam
karena kau lah sinar cahaya ku dalam kegelapan
berkatalah seakan tiada bahasa bijak yang bisa ungkapkan
keindahan gemulai tuturmu...
menahan kekaguman berdecak tanpa kecap lidah
hening bagai damai merasuk jiwa raga dan alam sadar
hasratku ingin memujamu
menggema puja melekat di dada
kau harga tercinta
yang tak ternilai
08072010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
mohon untuk tidak memberi komentar yang menyinggung SARA dan Spam. Terima Kasih pembaca ^^