dia tertawa menatap gadis itu
dia tertawa karena telah menang mendapatkan kekasih gadis
permainan yang dimainkan telah menutup akhir sandiwara
yang telah berlangsung sekian lama
tanpa disadari
perlahan dia berhasil untuk menguasainya...
sungguh kejam cinta itu
sungguh perih cinta itu
dia rela untuk membunuh..perasaan
dia rela untuk mengkhianati...cinta
dia rela untuk menyingkirkan...teman
demi kekasih yang dia ingin
seperti langit berawan hitam
layaknya hatinya harinya yang jahat
disitu tersimpan aura
kepuasan
kemenangan
dan kini dia nikmati
kini dia rasakan
kasihan gadis itu...
sendiri
menunggu
dengan setia...
cintanya akankah kembali???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
mohon untuk tidak memberi komentar yang menyinggung SARA dan Spam. Terima Kasih pembaca ^^